Efek samping yang dilaporkan
FROTI mencantumkan alergi pada beberapa penggunaan kencur. Efek lain pada manusia belum terkarakterisasi dengan baik pada berbagai sediaan.
Kaempferia galanga L.
Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah bahan herbal yang dikenal dalam penggunaan tradisional Indonesia. Halaman ini membedakan penggunaan tradisional dari bukti penelitian modern serta membedakan bagian tanaman dan bentuk sediaan yang dapat memiliki profil manfaat dan risiko berbeda.
Review 2021 merangkum beragam aktivitas farmakologi dan data toksikologi kencur, tetapi sebagian besar evidence berasal dari penelitian laboratorium dan hewan. Evidence manusia belum cukup kuat untuk menetapkan efektivitas kencur pada berbagai kondisi yang disebut dalam tradisi.
Tidak menyatakan kencur menyembuhkan sakit kepala, terkilir, pegal linu, atau kondisi lain. Hasil dari ekstrak atau studi pra-klinis tidak digeneralisasi ke rimpang/daun yang digunakan sehari-hari.
Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.
Data keamanan manusia untuk penggunaan medicinal kencur dalam dosis dan durasi tinggi masih terbatas. Penggunaan sebagai bumbu pangan berbeda dari ekstrak pekat, minyak atsiri, atau penggunaan berulang sebagai obat tradisional.
FROTI mencantumkan alergi pada beberapa penggunaan kencur. Efek lain pada manusia belum terkarakterisasi dengan baik pada berbagai sediaan.
Interaksi obat klinis yang mapan belum dapat ditetapkan dari sumber batch ini. Pengguna obat rutin sebaiknya tidak menggunakan ekstrak atau dosis medicinal berulang tanpa membicarakannya dengan tenaga kesehatan.
Hindari bila memiliki alergi terhadap kencur atau tanaman terkait. FROTI mencantumkan kehamilan dan gangguan usus menahun sebagai larangan pada salah satu ramuan berbasis daun; larangan tersebut tidak digeneralisasi sebagai aturan universal untuk seluruh bentuk kencur, tetapi perlu dicatat sebagai sinyal kehati-hatian.
Data modern yang memadai untuk penggunaan medicinal selama hamil atau menyusui belum tersedia pada sumber batch ini. Batasi pada penggunaan pangan biasa kecuali tenaga kesehatan menyarankan lain.
Orang dengan riwayat alergi, gangguan pencernaan kronis, anak, ibu hamil/menyusui, dan pengguna obat rutin perlu kehati-hatian lebih pada penggunaan medicinal atau ekstrak.
Sampaikan penggunaan jamu, ekstrak, atau suplemen kencur kepada tenaga kesehatan sebelum operasi atau prosedur. HaloBekam tidak menetapkan interval penghentian sendiri karena data spesifik tidak memadai.
Kencur lazim digunakan sebagai rempah dan bahan jamu. Komposisi kimia serta paparan dapat berbeda antara rimpang, daun, ekstrak, dan minyak atsiri.
FROTI mencantumkan kencur dalam beberapa ramuan tradisional, termasuk penggunaan daun dan rimpang untuk konteks keluhan berbeda. Data tersebut diperlakukan sebagai dokumentasi penggunaan tradisional, bukan bukti bahwa kencur mengobati kondisi tersebut.
Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.
Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Wang SY, et al. Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses. Front Pharmacol. 2021;12:675350. PMID: 34737693. DOI: 10.3389/fphar.2021.675350.</p>
Frontiers in Pharmacology · 2021 Buka sumber asli ↗Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.