Kencur
Kencur adalah rimpang aromatik yang umum digunakan sebagai bumbu dan bahan jamu. Evidence klinis manusia untuk banyak penggunaan medicinal masih terbatas.
Baca selengkapnya →FROTI mencantumkan daun Kencur dalam kelompok “Sakit Kepala Sebelah”. Ini adalah penggunaan tradisional yang didokumentasikan, bukan diagnosis migrain atau bukti efektivitas klinis.
Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.
FROTI menggunakan daun segar pada formulasi ini. Jangan mengganti dengan rimpang, ekstrak, atau minyak tanpa sumber formulasi yang sesuai.
Penggunaan pada formulasi FROTI adalah topikal di pelipis.
Tidak ada petunjuk penyimpanan ramuan jadi yang dicantumkan dalam FROTI. Siapkan segar.
Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.
FROTI mencantumkan larangan pada alergi, kehamilan, dan gangguan usus menahun. Evidence klinis manusia untuk penggunaan topikal daun Kencur pada sakit kepala masih terbatas; jangan gunakan sebagai pengganti evaluasi penyebab sakit kepala.
FROTI mencantumkan alergi sebagai larangan dan efek samping. Hentikan bila muncul iritasi atau reaksi alergi.
Interaksi spesifik formulasi topikal ini belum memadai untuk ditetapkan. Pengguna obat rutin sebaiknya tidak menganggap bahan herbal bebas interaksi.
Hindari penggunaan medicinal pada kehamilan sesuai peringatan FROTI. Pada anak, menyusui, penyakit kronis, atau kulit sensitif, gunakan hanya setelah konsultasi yang sesuai.
Cari pertolongan segera untuk sakit kepala yang mendadak sangat berat, disertai kelemahan/kebas, kejang, gangguan bicara/berjalan, kebingungan, gangguan penglihatan, cedera kepala, atau demam sangat tinggi dengan kaku leher.
Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.
Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Wang SY, et al. Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses. Front Pharmacol. 2021;12:675350. PMID: 34737693. DOI: 10.3389/fphar.2021.675350.</p>
Frontiers in Pharmacology · 2021 Buka sumber asli ↗Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional yang tercantum dalam FROTI untuk tujuan edukasi. Relationship dan penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, obat, pertolongan pertama, atau perawatan medis.
Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.