Efek samping yang dilaporkan
Iritasi atau alergi kulit dapat terjadi; hentikan bila ruam/gatal memburuk.
Cocos nucifera L.
Minyak Kelapa (Cocos nucifera L.) adalah minyak dari daging buah kelapa. Untuk kulit kering, evidence manusia mendukung penggunaan topical virgin/extra virgin coconut oil sebagai pelembap pada kondisi tertentu.
Uji klinis acak double-blind menunjukkan extra virgin coconut oil dapat berfungsi sebagai moisturizer pada xerosis ringan-sedang. Studi lain pada dermatitis atopik anak mengevaluasi VCO topikal, tetapi hasil tersebut tidak berarti semua dermatitis dapat ditangani sendiri dengan minyak kelapa.
Tidak menyatakan Minyak Kelapa menyembuhkan eczema, psoriasis, infeksi jamur/bakteri atau penyakit kulit lain.
Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.
Topikal umumnya digunakan sebagai emolien, tetapi alergi, iritasi atau folikulitis/komedo dapat terjadi pada sebagian orang. Produk topikal dan konsumsi oral tidak memiliki tujuan safety yang sama.
Iritasi atau alergi kulit dapat terjadi; hentikan bila ruam/gatal memburuk.
Interaksi obat topical tidak diketahui bermakna pada sumber batch ini; penggunaan oral sebagai suplemen merupakan konteks berbeda.
Hindari pada alergi kelapa atau bila pemakaian memperburuk dermatitis/folikulitis. Jangan oleskan pada luka terinfeksi tanpa evaluasi.
Pemakaian topical sederhana berbeda dari konsumsi dosis besar. Keamanan suplemen oral pada hamil/menyusui tidak dibahas sebagai bagian entity ini.
Riwayat alergi kelapa, kulit sangat sensitif, acne-prone pada area wajah, luka terinfeksi atau penyakit kulit yang belum didiagnosis.
Topical moisturizer biasanya bukan isu penghentian praoperasi; informasikan bila digunakan pada area yang akan ditindak.
Minyak Kelapa digunakan sebagai pangan dan bahan topikal. Evidence kulit terutama berasal dari VCO/extra virgin coconut oil yang dioleskan, bukan dari semua produk kelapa.
FROTI mencantumkan Minyak Kelapa pada kulit kering bersisik; daging buah kelapa tua diproses menjadi minyak lalu dioleskan pada bagian yang sakit. FROTI menulis larangan/peringatan/interaksi sebagai belum dilaporkan.
Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.
Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online. Cocos nucifera L. Accessed 14 August 2026.</p>
Royal Botanic Gardens, Kew · 2026 Buka sumber asli ↗<p>Agero ALC, Verallo-Rowell VM. A randomized double-blind controlled trial comparing extra virgin coconut oil with mineral oil as a moisturizer for mild to moderate xerosis. Dermatitis. 2004. PMID:15724344.</p>
Dermatitis / PubMed · 2004 Buka sumber asli ↗<p>Evangelista MTP, et al. The effect of topical virgin coconut oil on SCORAD index, transepidermal water loss, and skin capacitance in mild to moderate pediatric atopic dermatitis. 2014. PMID:24320105.</p>
International Journal of Dermatology / PubMed · 2014 Buka sumber asli ↗Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.