Minyak Kelapa
adalah minyak dari daging buah kelapa. Untuk kulit kering, evidence manusia mendukung penggunaan topical virgin/extra virgin coconut oil sebagai pelembap pada kondisi tertentu.
Baca selengkapnya →FROTI memasukkan Minyak Kelapa dalam kelompok “Ramuan Untuk Kulit Kering Bersisik”.
Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.
Jangan menganggap semua coconut oil, kosmetik, atau minyak berpewangi identik dengan minyak yang dipakai dalam studi.
Pemakaian luar pada kulit utuh sebagai emolien tradisional.
Minyak rumahan harus dijaga dari air/kontaminasi; jangan dipakai bila berbau tengik atau tampak tercemar.
Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.
FROTI menulis larangan/peringatan belum dilaporkan; itu tidak berarti semua kulit cocok. Hentikan bila dermatitis/folikulitis memburuk.
Iritasi atau alergi kelapa dapat terjadi.
Interaksi topical bermakna tidak ditetapkan pada sumber batch.
Hindari pada alergi Kelapa dan jangan menutupi luka terinfeksi atau lesi yang belum jelas diagnosisnya dengan minyak.
Kulit merah cepat menyebar, bernanah, sangat nyeri, disertai demam atau reaksi alergi berat perlu evaluasi.
Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.
Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Agero ALC, Verallo-Rowell VM. A randomized double-blind controlled trial comparing extra virgin coconut oil with mineral oil as a moisturizer for mild to moderate xerosis. Dermatitis. 2004. PMID:15724344.</p>
Dermatitis / PubMed · 2004 Buka sumber asli ↗<p>Evangelista MTP, et al. The effect of topical virgin coconut oil on SCORAD index, transepidermal water loss, and skin capacitance in mild to moderate pediatric atopic dermatitis. 2014. PMID:24320105.</p>
International Journal of Dermatology / PubMed · 2014 Buka sumber asli ↗Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional FROTI untuk tujuan edukasi. Penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan pertolongan pertama, diagnosis, obat antijamur, terapi skabies, atau perawatan medis.
Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.