Resep Herbal

Rebusan Biji Petai Cina FROTI — Kecacingan

FROTI memasukkan Petai Cina dalam kelompok “Ramuan Untuk Kecacingan” dengan manfaat yang ditulis sebagai obat cacing gelang.

Waktu: Sekitar 25–35 menit. Tingkat: Mudah
Bahan yang Digunakan

Kenali bahan sebelum membuat resep

Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.

Komposisi

Bahan dan takaran

  • Biji segar Petai Cina: 3 × 5 g biji per hari menurut FROTI.
  • Air: 2 gelas, direbus hingga menjadi 1 gelas.
Bila perlu mengganti bahan

Jangan mengganti dengan biji/ekstrak Leucaena lain atau meningkatkan dosis.

Cara Membuat

Langkah penyajian

  1. Rebus biji dalam 2 gelas air.
  2. Lanjutkan hingga menjadi 1 gelas.
  3. Dinginkan.
  4. Saring.
Setelah Dibuat

Cara menyajikan dan menyimpan

Cara menyajikan

Menurut FROTI diminum sekaligus. Status Draft.

Penyimpanan

Tidak ada instruksi penyimpanan; buat segar.

Sebelum Mengonsumsi

Hal yang perlu diperhatikan

Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.

Batas penggunaan

FROTI memperingatkan pada kehamilan, menyusui dan batu empedu; mual dicatat sebagai efek samping. Current animal toxicology menunjukkan concern mimosine dan tidak memberikan safe human medicinal dose.

Alergi

Mual dapat terjadi. Jangan menggunakan dosis besar/berulang tanpa review profesional.

Obat dan kemungkinan interaksi

Interaksi obat manusia belum cukup diketahui.

Kehamilan, menyusui & kondisi khusus

CDC menyatakan ascariasis dapat diobati dengan obat. Recipe tradisional ini tidak menggantikan diagnosis atau terapi anthelmintik yang terbukti, terutama pada anak.

Segera Cari Bantuan Medis

Jangan mengandalkan resep rumahan bila muncul tanda bahaya

Nyeri/perut membuncit berat, muntah, tidak bisa BAB/gas, penurunan berat badan/gangguan tumbuh pada anak, atau dugaan infeksi cacing berat perlu evaluasi medis.

Baca Juga

Informasi lain yang berkaitan

Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.

Referensi

Sumber yang digunakan

Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Kew Plants of the World Online — Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit

<p>Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online. Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Accessed 14 August 2026.</p>

Royal Botanic Gardens, Kew · 2026 Buka sumber asli ↗
3

Systemic effects of Leucaena leucocephala ingestion

<p>Crawford G, et al. Systemic effects of Leucaena leucocephala ingestion. 2015. PMID:25809223.</p>

PubMed-indexed peer-reviewed literature · 2015 Buka sumber asli ↗
4

CDC — About Ascariasis

<p>Centers for Disease Control and Prevention. About Ascariasis. 13 June 2024. Accessed 14 August 2026.</p>

CDC · 2024 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun olehhalobekamofficial
Terakhir diperbarui14 August 2026
Referensi4 sumber
Catatan resep

Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional FROTI untuk tujuan edukasi. Penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, obat, rehidrasi, terapi antiparasit, atau perawatan medis.

Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.