Efek samping yang dilaporkan
FROTI mencatat mual. Paparan mimosine yang tinggi tidak boleh dianggap aman berdasarkan penggunaan tradisional saja.
Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit
Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) adalah tanaman legum yang bijinya digunakan FROTI pada konteks kecacingan. Tanaman ini mengandung mimosine; bukti toksikologi terutama berasal dari hewan.
Bukti anthelmintik yang dirujuk FROTI terutama eksperimental/in vitro. Tidak ada dasar klinis manusia yang cukup dalam batch ini untuk menyatakan Petai Cina sebagai pengganti obat cacing.
Tidak menyatakan Petai Cina mengobati kecacingan manusia atau dapat menggantikan obat anthelmintik yang terbukti.
Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.
Leucaena mengandung mimosine. Data hewan menunjukkan potensi efek sistemik pada paparan bermakna; tidak ada dosis aman manusia medicinal yang dapat disimpulkan dari data hewan.
FROTI mencatat mual. Paparan mimosine yang tinggi tidak boleh dianggap aman berdasarkan penggunaan tradisional saja.
Interaksi obat manusia belum cukup ditetapkan.
Hindari penggunaan medicinal tanpa pengawasan pada kehamilan/menyusui atau bila ada batu empedu; hindari bila alergi legum.
FROTI memberi peringatan pada kehamilan dan menyusui; keamanan medicinal tidak memadai.
Anak, ibu hamil/menyusui, batu empedu, gangguan tiroid, dan orang yang menggunakan dosis besar/berulang.
Sampaikan penggunaan suplemen/herbal kepada tenaga kesehatan sebelum prosedur.
Petai Cina digunakan sebagai pangan/tradisi di beberapa wilayah. Penggunaan medicinal perlu dibedakan dari konsumsi pangan dan data toksikologi hewan.
FROTI mencantumkan biji segar Petai Cina untuk cacing gelang, dengan peringatan pada kehamilan, menyusui dan batu empedu serta efek samping mual.
Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.
Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online. Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Accessed 14 August 2026.</p>
Royal Botanic Gardens, Kew · 2026 Buka sumber asli ↗<p>Crawford G, et al. Systemic effects of Leucaena leucocephala ingestion. 2015. PMID:25809223.</p>
PubMed-indexed peer-reviewed literature · 2015 Buka sumber asli ↗Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.