Bahan Herbal

Petai Cina

Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit

Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) adalah tanaman legum yang bijinya digunakan FROTI pada konteks kecacingan. Tanaman ini mengandung mimosine; bukti toksikologi terutama berasal dari hewan.

Belum cukup dievaluasi FROTI menggunakan biji segar.
Tentang Bukti Ilmiah

Apa yang diketahui dari penelitian tentang Petai Cina

Gambaran bukti saat ini Belum cukup dievaluasi

Bukti anthelmintik yang dirujuk FROTI terutama eksperimental/in vitro. Tidak ada dasar klinis manusia yang cukup dalam batch ini untuk menyatakan Petai Cina sebagai pengganti obat cacing.

Yang perlu dipahami

Tidak menyatakan Petai Cina mengobati kecacingan manusia atau dapat menggantikan obat anthelmintik yang terbukti.

Sebelum Menggunakan

Hal yang perlu diperhatikan

Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.

Leucaena mengandung mimosine. Data hewan menunjukkan potensi efek sistemik pada paparan bermakna; tidak ada dosis aman manusia medicinal yang dapat disimpulkan dari data hewan.

Efek samping yang dilaporkan

FROTI mencatat mual. Paparan mimosine yang tinggi tidak boleh dianggap aman berdasarkan penggunaan tradisional saja.

Interaksi obat, suplemen & herbal

Interaksi obat manusia belum cukup ditetapkan.

Kapan perlu berhati-hati

Hindari penggunaan medicinal tanpa pengawasan pada kehamilan/menyusui atau bila ada batu empedu; hindari bila alergi legum.

Kehamilan & menyusui

FROTI memberi peringatan pada kehamilan dan menyusui; keamanan medicinal tidak memadai.

Siapa yang perlu lebih berhati-hati

Anak, ibu hamil/menyusui, batu empedu, gangguan tiroid, dan orang yang menggunakan dosis besar/berulang.

Operasi & prosedur medis

Sampaikan penggunaan suplemen/herbal kepada tenaga kesehatan sebelum prosedur.

Segera Cari Bantuan Medis

Hentikan penggunaan dan cari pertolongan jika...

  • Nyeri perut berat, muntah terus-menerus, lemas berat, kuning pada mata/kulit.
  • Cacingan disertai anemia berat, penurunan berat badan, muntah, perut sangat membuncit atau perdarahan saluran cerna perlu evaluasi medis.
Penggunaan & Tradisi

Penggunaan sehari-hari dan riwayat tradisional

Penggunaan umum

Petai Cina digunakan sebagai pangan/tradisi di beberapa wilayah. Penggunaan medicinal perlu dibedakan dari konsumsi pangan dan data toksikologi hewan.

Riwayat / tradisi

FROTI mencantumkan biji segar Petai Cina untuk cacing gelang, dengan peringatan pada kehamilan, menyusui dan batu empedu serta efek samping mual.

Baca Juga

Informasi yang berkaitan dengan bahan ini

Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.

Referensi

Sumber yang digunakan

Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Kew Plants of the World Online — Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit

<p>Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online. Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Accessed 14 August 2026.</p>

Royal Botanic Gardens, Kew · 2026 Buka sumber asli ↗
3

Systemic effects of Leucaena leucocephala ingestion

<p>Crawford G, et al. Systemic effects of Leucaena leucocephala ingestion. 2015. PMID:25809223.</p>

PubMed-indexed peer-reviewed literature · 2015 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun oleh halobekamofficial
Terakhir diperbarui 14 August 2026
Referensi 3 sumber
Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.