Bahan Herbal

Sambiloto

Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) adalah bahan herbal yang dikenal dalam penggunaan tradisional Indonesia. Halaman ini membedakan penggunaan tradisional dari bukti penelitian modern serta membedakan bagian tanaman dan bentuk sediaan yang dapat memiliki profil manfaat dan risiko berbeda.

Bervariasi menurut penggunaan Herba/bagian atas tanaman; FROTI menggunakan herba segar pada sejumlah ramuan.
Tentang Bukti Ilmiah

Apa yang diketahui dari penelitian tentang Sambiloto

Gambaran bukti saat ini Bervariasi menurut penggunaan

Ada penelitian manusia dan review untuk beberapa penggunaan Andrographis, tetapi hasil sangat bergantung pada produk, ekstrak, dosis, populasi, dan indikasi. Pada sisi keselamatan, TGA Australia memperbarui review pada 2026 dan menegaskan risiko anafilaksis yang serius serta sulit diprediksi.

Yang perlu dipahami

Tidak menyatakan sambiloto mencegah atau mengobati demam, selesma, diare, eksim, atau penyakit lain. Evidence satu produk atau satu indikasi tidak berlaku otomatis untuk semua sediaan.

Sebelum Menggunakan

Hal yang perlu diperhatikan

Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.

Sambiloto dapat memicu reaksi alergi serius termasuk anafilaksis. Risiko ini dapat muncul cepat, pada penggunaan pertama maupun setelah penggunaan sebelumnya tanpa masalah.

Efek samping yang dilaporkan

Reaksi alergi dapat berupa ruam, urtikaria, bengkak, gangguan napas, hingga anafilaksis. FROTI juga mencantumkan keluhan gastrointestinal pada beberapa formulasi.

Interaksi obat, suplemen & herbal

FROTI mencantumkan potensi interaksi/kehati-hatian dengan obat pengencer darah, obat penekan sistem imun, obat kencing manis, INH, dan beberapa obat lain tergantung ramuan. Karena data interaksi klinis dapat berbeda antarproduk, pengguna obat rutin perlu berkonsultasi sebelum penggunaan medicinal.

Kapan perlu berhati-hati

Hindari pada orang yang pernah mengalami reaksi alergi terhadap sambiloto/Andrographis. Jangan meneruskan penggunaan bila timbul gejala alergi.

Kehamilan & menyusui

FROTI mencantumkan kehamilan dan menyusui sebagai larangan pada beberapa ramuan sambiloto. Untuk keamanan, penggunaan medicinal selama hamil/menyusui tidak dianjurkan tanpa penilaian tenaga kesehatan.

Siapa yang perlu lebih berhati-hati

Orang dengan riwayat alergi berat, pengguna obat rutin, anak, ibu hamil/menyusui, dan orang dengan kondisi yang memerlukan terapi imunosupresif atau antikoagulan memerlukan perhatian khusus.

Operasi & prosedur medis

Sampaikan penggunaan sambiloto kepada dokter sebelum operasi/prosedur, terutama bila menggunakan obat yang memengaruhi perdarahan, gula darah, atau sistem imun. Jangan menghentikan obat resep tanpa instruksi tenaga kesehatan.

Segera Cari Bantuan Medis

Hentikan penggunaan dan cari pertolongan jika...

  • Sesak atau napas berbunyi, bengkak lidah/tenggorokan, sulit bicara, pusing berat/kolaps, atau tanda anafilaksis: cari pertolongan medis darurat segera.
  • Ruam/bengkak yang cepat memburuk setelah konsumsi: hentikan produk dan cari pertolongan.
  • Muntah atau nyeri perut berat/menetap membutuhkan evaluasi medis.
Penggunaan & Tradisi

Penggunaan sehari-hari dan riwayat tradisional

Penggunaan umum

Sambiloto digunakan dalam berbagai tradisi herbal Asia. Produk komersial sering berupa ekstrak tunggal atau kombinasi, sehingga bukti dan risiko harus dibaca sesuai formulasi.

Riwayat / tradisi

FROTI mencantumkan sambiloto pada beberapa ramuan tradisional. Hubungan tersebut digunakan sebagai provenance tradisional dan navigasi editorial, bukan sebagai jaminan efektivitas.

Baca Juga

Informasi yang berkaitan dengan bahan ini

Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.

Referensi

Sumber yang digunakan

Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Andrographis paniculata (Andrographis) and anaphylaxis – updated safety review and supplementary report

<p>Therapeutic Goods Administration. Andrographis paniculata (Andrographis) and anaphylaxis - updated safety review and supplementary report. Last updated 8 April 2026.</p>

Australian Government Department of Health, Disability and Ageing · 2026 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun oleh halobekamofficial
Terakhir diperbarui 14 August 2026
Referensi 2 sumber
Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.