Resep Herbal

Balur Kencur FROTI — Terkilir

FROTI memasukkan Kencur dalam kelompok “Ramuan Untuk Terkilir”.

Waktu: Sekitar 10–20 menit untuk menyiapkan; dibiarkan pada kulit sampai kering menurut FROTI. Tingkat: Mudah
Bahan yang Digunakan

Kenali bahan sebelum membuat resep

Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.

Komposisi

Bahan dan takaran

  • Kencur segar: 1 × 1 rimpang per hari menurut FROTI.
  • Beras: secukupnya.
  • Air: secukupnya.
Bila perlu mengganti bahan

FROTI tidak mencantumkan substitusi. Jangan mengganti dengan minyak atsiri atau bahan panas/iritan.

Cara Membuat

Langkah penyajian

  1. Haluskan Kencur bersama beras dan air secukupnya.
  2. Tempelkan pada bagian yang sakit.
  3. Biarkan sampai kering menurut FROTI.
Setelah Dibuat

Cara menyajikan dan menyimpan

Cara menyajikan

Pemakaian luar pada kulit utuh. Jangan digunakan pada luka terbuka.

Penyimpanan

Campuran topikal sebaiknya dibuat segar dan sisa dibuang.

Sebelum Mengonsumsi

Hal yang perlu diperhatikan

Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.

Batas penggunaan

FROTI melarang pada alergi. Pada 2–3 hari pertama cedera akut, panduan NHS menekankan PRICE dan menghindari panas serta pijat; balur tradisional tidak boleh menggantikan pendekatan tersebut.

Alergi

Hentikan bila kulit terasa sangat panas, gatal, merah, bengkak atau melepuh.

Obat dan kemungkinan interaksi

Interaksi obat topical belum cukup diketahui.

Kehamilan, menyusui & kondisi khusus

Hindari pada kulit luka, alergi Kencur/Zingiberaceae, gangguan sensasi/neuropati, atau bila cedera tampak berat.

Segera Cari Bantuan Medis

Jangan mengandalkan resep rumahan bila muncul tanda bahaya

Cedera sangat nyeri/makin nyeri, bengkak atau memar besar, tidak mampu menapak/menggunakan bagian tersebut, deformitas, bunyi retak saat cedera, mati rasa/kesemutan, kulit menjadi biru/abu atau dingin memerlukan evaluasi medis.

Baca Juga

Informasi lain yang berkaitan

Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.

Referensi

Sumber yang digunakan

Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses

<p>Wang SY, et al. Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses. Front Pharmacol. 2021;12:675350. PMID: 34737693. DOI: 10.3389/fphar.2021.675350.</p>

Frontiers in Pharmacology · 2021 Buka sumber asli ↗
3

NHS — Sprains and strains

<p>NHS. Sprains and strains. Page last reviewed 23 April 2024. Accessed 14 August 2026.</p>

National Health Service (UK) · 2024 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun olehhalobekamofficial
Terakhir diperbarui14 August 2026
Referensi3 sumber
Catatan resep

Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional dalam FROTI untuk tujuan edukasi. Penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, obat, pertolongan pertama, fisioterapi, maupun perawatan medis.

Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.