Efek samping yang dilaporkan
FROTI mencatat minyak atsiri dapat mengiritasi kulit dan mukosa. Iritasi gastrointestinal atau alergi juga mungkin terjadi; frekuensi klinis belum terkarakterisasi dengan baik.
Piper retrofractum Vahl
Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) adalah tanaman Piperaceae yang buahnya digunakan sebagai rempah dan dalam berbagai praktik tradisional. FROTI mencantumkan buahnya pada beberapa konteks ramuan.
Review 2020 menemukan berbagai penelitian fitokimia dan aktivitas biologis Piper retrofractum, tetapi data klinis manusia untuk banyak penggunaan tradisional masih sedikit. Evidence tidak cukup untuk menyatakan efektivitas pada demam atau fungsi seksual.
Tidak menyatakan Cabe Jawa menurunkan demam, meningkatkan fungsi seksual, mengobati infeksi, kanker, obesitas atau penyakit lain.
Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.
Human safety data untuk dosis medicinal dan penggunaan jangka panjang masih terbatas. Buah/rempah, ekstrak dan minyak atsiri harus diperlakukan sebagai paparan yang berbeda.
FROTI mencatat minyak atsiri dapat mengiritasi kulit dan mukosa. Iritasi gastrointestinal atau alergi juga mungkin terjadi; frekuensi klinis belum terkarakterisasi dengan baik.
Interaksi obat manusia yang mapan belum cukup ditetapkan. Pengguna obat rutin sebaiknya tidak memakai ekstrak/dosis medicinal berulang tanpa konsultasi.
Hindari bila alergi terhadap Cabe Jawa/Piperaceae. Jangan mengoleskan minyak atsiri pekat pada kulit/mukosa tanpa sediaan dan petunjuk yang sesuai.
Data penggunaan medicinal saat hamil/menyusui tidak memadai pada sumber batch ini. Batasi pada penggunaan pangan biasa kecuali tenaga kesehatan menyarankan lain.
Anak, hamil/menyusui, penderita gangguan lambung sensitif, alergi, serta pengguna obat rutin perlu kehati-hatian lebih pada penggunaan medicinal/ekstrak.
Beritahu tenaga kesehatan mengenai ekstrak/suplemen Cabe Jawa sebelum operasi/prosedur; tidak ada interval penghentian spesifik yang dapat ditetapkan.
Buah Cabe Jawa digunakan sebagai rempah dan bahan jamu. Review fitofarmakologi merangkum berbagai aktivitas biologis, namun banyak berasal dari model laboratorium dan hewan.
FROTI mencantumkan Cabe Jawa antara lain pada konteks penurun demam dan lemah syahwat. Pada formulasi demam, FROTI mencatat alergi sebagai larangan dan mengingatkan bahwa minyak atsiri dapat mengiritasi kulit dan mukosa.
Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.
Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Piper retrofractum Vahl. Accessed 14 August 2026.</p>
Royal Botanic Gardens, Kew · 2026 Buka sumber asli ↗<p>Salleh WMNHW, Ahmad F. Phytopharmacological investigations of Piper retrofractum Vahl. – a review. Agric Conspec Sci. 2020;85(3):193-202.</p>
Agriculturae Conspectus Scientificus · 2020 Buka sumber asli ↗Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.