Teh
Teh berasal dari Camellia sinensis. FROTI menggunakan pucuk daun dalam salah satu ramuan, sedangkan safety modern perlu membedakan teh sebagai minuman dari ekstrak green tea terkonsentrasi.
Baca selengkapnya →FROTI mencantumkan Teh dalam kelompok “Sakit Kepala Sebelah”. Formulasi ini disajikan sebagai dokumentasi penggunaan tradisional, bukan pengobatan migrain atau sakit kepala sekunder.
Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.
Jangan mengganti seduhan daun dengan ekstrak green tea pekat atau kapsul karena paparan dan profil risikonya berbeda.
Menurut FROTI, seduhan diminum sekaligus setelah disiapkan.
FROTI tidak memberi petunjuk penyimpanan seduhan jadi. Sebaiknya dibuat untuk satu kali penyajian dan tidak disimpan lama.
Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.
Teh mengandung kafein. Jangan menaikkan takaran untuk mengejar efek terapi dan jangan menyamakan minuman teh dengan ekstrak green tea terkonsentrasi. FROTI mencantumkan perhatian pada iritasi lambung, sulit tidur, kecemasan, dan jantung berdebar.
Hindari bila memiliki alergi terhadap teh atau bahan tambahan yang digunakan.
FROTI menyebut obat yang diminum bersama teh dapat terganggu penyerapannya di usus. NCCIH juga mencatat bahwa green tea/ekstraknya dapat berinteraksi dengan obat tertentu; pengguna obat rutin sebaiknya membicarakan penggunaan medicinal dengan tenaga kesehatan.
Batasi penggunaan medicinal pada orang yang sensitif terhadap kafein, mengalami insomnia, kecemasan, palpitasi, atau gangguan lambung. Pertimbangkan gula pada madu bila ada kebutuhan pembatasan asupan gula.
Sakit kepala mendadak sangat berat, kejang, kelemahan/kebas, gangguan bicara/berjalan, kebingungan, gangguan penglihatan, cedera kepala, atau demam sangat tinggi dengan kaku leher memerlukan pertolongan medis.
Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.
Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>National Center for Complementary and Integrative Health. Green Tea: Usefulness and Safety. Accessed 14 August 2026.</p>
National Institutes of Health · 2026 Buka sumber asli ↗Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional yang tercantum dalam FROTI untuk tujuan edukasi. Relationship dan penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, obat, pertolongan pertama, atau perawatan medis.
Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.