Kumis Kucing
adalah daun herbal yang mempunyai monograf resmi EMA untuk traditional use pada keluhan saluran kemih ringan dengan tujuan meningkatkan jumlah urin sebagai pembilas.
Baca selengkapnya →Melancarkan Air Seni pada FROTI adalah tujuan penggunaan tradisional. HaloBekam tidak menganggap keinginan untuk lebih mudah berkemih sebagai satu penyakit tertentu. Keluhan berkemih dapat berasal dari retensi urin, infeksi, batu, pembesaran prostat, obat, gangguan saraf, atau penyebab lain.
Keluhan yang sering disebut ‘kurang lancar’ dapat berupa sulit mulai kencing, aliran urin lemah atau terputus, perlu mengejan, sering kencing sedikit-sedikit, atau merasa kandung kemih belum kosong.
Ketidakmampuan mendadak untuk berkemih memerlukan pertolongan segera. Keluhan berulang seperti aliran lemah, rasa tidak tuntas atau sering berkemih juga perlu dinilai agar penyebabnya tidak tertutup oleh penggunaan diuretik atau ramuan.
Kumis Kucing terhubung sebagai traditional urinary-flushing reference dan Recipe-nya berstatus Publish dengan batas keamanan; Recipe Alang-alang tetap Draft. Keduanya tidak digunakan untuk memaksa diuresis pada retensi urin, gagal jantung/ginjal, atau keadaan ketika tambahan cairan tidak sesuai.
Minum cukup sesuai kebutuhan bila tidak memiliki pembatasan cairan dari tenaga kesehatan, amati pola berkemih, dan jangan sengaja menambah diuretik/ramuan bila tidak bisa kencing atau mengalami nyeri perut bawah berat. Cari penyebab bila keluhan menetap.
Jika keluhan tidak membaik, sering berulang, atau muncul tanda bahaya, hentikan self-care dan cari penilaian tenaga kesehatan.
Hubungan berikut membantu Anda melanjutkan pembacaan. Ini bukan pernyataan bahwa suatu bahan, resep, produk, atau layanan dapat mengobati penyebab keluhan ini.
Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan mengenai gejala, tanda bahaya, dan langkah perawatan mandiri.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Urinary Retention. Last reviewed December 2019. Current page accessed 14 August 2026.</p>
National Institutes of Health · 2019 Buka sumber asli ↗Informasi ini tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, pertolongan pertama, obat, monitoring penyakit kronis, imaging, prosedur, atau perawatan medis yang sesuai.