Pepaya
Pepaya memiliki bagian tanaman dengan profil berbeda: buah matang, buah mentah/lateks, daun, dan biji tidak boleh dianggap setara. Safety dan evidence harus selalu menyebut bagian yang digunakan.
Baca selengkapnya →FROTI memasukkan Pepaya sebagai entry kedua dalam kelompok “Ramuan Untuk Mata Ikan”.
Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.
Jangan mengganti dengan papain concentrate, latex pekat, getah dari bagian lain, atau corn-remover asam tanpa arahan profesional.
Status Draft — tidak dianjurkan sebagai self-treatment.
Jangan menyimpan getah mentah; jauhkan dari mata, mukosa dan anak.
Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.
FROTI menulis larangan/peringatan/efek samping belum dilaporkan. Preclinical mechanistic evidence menunjukkan papain dapat mengganggu skin barrier dan memiliki potensi sensitisasi melalui kulit.
Papain/Pepaya dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi; orang dengan latex-fruit allergy dapat berisiko.
Interaksi obat bukan isu utama; risiko topical protease/irritation lebih penting.
Corn pada diabetes, gangguan sirkulasi atau imunitas lemah memerlukan penilaian profesional. Jangan memakai getah proteolitik pada kulit luka.
Nyeri berat, perdarahan, pus/discharge, ulkus, perubahan warna jaringan, atau lesi kaki pada penderita diabetes memerlukan evaluasi segera.
Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.
Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021<p>Lim XY, et al. Carica papaya L. Leaf: A Systematic Scoping Review on Biological Safety and Herb-Drug Interactions. Evid Based Complement Alternat Med. 2021;2021:5511221. PMID: 34040647. DOI: 10.1155/2021/5511221.</p>
Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine · 2021 Buka sumber asli ↗<p>Stremnitzer C, et al. Papain Degrades Tight Junction Proteins of Human Keratinocytes In Vitro and Sensitizes C57BL/6 Mice via the Skin Independent of its Enzymatic Activity or TLR4 Activation. J Invest Dermatol. 2015. PMID:25705851.</p>
Journal of Investigative Dermatology / PubMed · 2015 Buka sumber asli ↗<p>NHS. Corns and calluses. Page last reviewed 28 July 2026. Accessed 14 August 2026.</p>
National Health Service (UK) · 2026 Buka sumber asli ↗Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional FROTI untuk tujuan edukasi. Penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, terapi eczema, antihistamin/penanganan anafilaksis, obat antijamur, podiatri atau perawatan medis.
Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.