Resep Herbal

Rebusan Daun Kelor FROTI — Kurang Darah

FROTI memasukkan Kelor dalam kelompok “Ramuan Untuk Kurang Darah”.

Waktu: Sekitar 25–35 menit. Tingkat: Mudah
Bahan yang Digunakan

Kenali bahan sebelum membuat resep

Klik setiap bahan untuk membaca informasi penggunaan, penelitian, dan keamanannya.

Komposisi

Bahan dan takaran

  • Dewasa: 2 × 2 genggam daun per hari menurut FROTI.
  • Anak: 2 × 1 genggam daun per hari menurut FROTI.
  • Air: 2 gelas, direbus hingga menjadi 1 gelas.
Bila perlu mengganti bahan

Jangan mengonversi genggam daun segar menjadi dosis bubuk/kapsul secara langsung.

Cara Membuat

Langkah penyajian

  1. Rebus daun dengan 2 gelas air.
  2. Lanjutkan hingga tersisa sekitar 1 gelas.
  3. Saring.
Setelah Dibuat

Cara menyajikan dan menyimpan

Cara menyajikan

Menurut FROTI diminum selagi hangat. Status Draft karena mencakup dosis anak.

Penyimpanan

Tidak ada instruksi penyimpanan; buat segar.

Sebelum Mengonsumsi

Hal yang perlu diperhatikan

Keamanan bergantung pada bahan, jumlah, kondisi kesehatan, usia, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.

Batas penggunaan

FROTI memperingatkan ekstrak daun dapat menurunkan gula darah dan menyatakan bagian akar/batang/bunga berbeda safety-nya. Data review manusia belum cukup untuk menjadikan Kelor terapi anemia.

Alergi

Gangguan pencernaan atau alergi mungkin terjadi. Jangan menggeneralisasi safety daun pangan ke ekstrak pekat atau bagian lain tanaman.

Obat dan kemungkinan interaksi

FROTI mencantumkan obat diabetes; existing review juga memberi perhatian pada obat yang memengaruhi pembekuan darah.

Kehamilan, menyusui & kondisi khusus

Anak, ibu hamil/menyusui, pengguna obat diabetes/antikoagulan, anemia berat dan penyakit kronis memerlukan penilaian profesional.

Segera Cari Bantuan Medis

Jangan mengandalkan resep rumahan bila muncul tanda bahaya

Bila diduga anemia, lakukan pemeriksaan darah. Sesak, palpitasi, pingsan, nyeri dada, perdarahan aktif atau kelemahan berat memerlukan evaluasi medis.

Baca Juga

Informasi lain yang berkaitan

Hubungan ini membantu Anda melanjutkan pembacaan, bukan menyatakan bahwa resep ini merupakan pengobatan untuk suatu kondisi.

Referensi

Sumber yang digunakan

Referensi berikut membantu menjelaskan penggunaan dan keamanan bahan pada resep ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Moringa — Drugs and Lactation Database (LactMed®)

<p>Drugs and Lactation Database (LactMed). Moringa. Revision 15 July 2026.</p>

NCBI Bookshelf / LactMed · 2026 Buka sumber asli ↗
3

The impact of Moringa oleifera leaf supplementation on human and animal nutrition, growth, and milk production: a systematic review

<p>Brar S, et al. The impact of Moringa oleifera leaf supplementation on human and animal nutrition, growth, and milk production: a systematic review. 2022. PMID:35302264.</p>

PubMed-indexed systematic review · 2022 Buka sumber asli ↗
4

NHS — Iron deficiency anaemia

<p>NHS. Iron deficiency anaemia. Page last reviewed 26 January 2024. Accessed 14 August 2026.</p>

National Health Service (UK) · 2024 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun olehhalobekamofficial
Terakhir diperbarui14 August 2026
Referensi4 sumber
Catatan resep

Informasi ini mendokumentasikan ramuan tradisional FROTI untuk tujuan edukasi. Penyajian tidak berarti ramuan terbukti efektif atau menggantikan diagnosis, pemeriksaan darah, perawatan postpartum, dukungan nutrisi, obat, atau perawatan medis.

Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi. Resep herbal bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat rutin, pertimbangkan informasi keamanan setiap bahan sebelum menggunakannya.