Bahan Herbal

Pepaya

Carica papaya L.

Pepaya (Carica papaya L.) adalah bahan herbal yang dikenal dalam penggunaan tradisional Indonesia. Halaman ini membedakan penggunaan tradisional dari bukti penelitian modern serta membedakan bagian tanaman dan bentuk sediaan yang dapat memiliki profil manfaat dan risiko berbeda.

Bervariasi menurut penggunaan Buah, daun, biji, dan getah/lateks memiliki profil berbeda. FROTI memakai daun segar, buah/getah mentah, atau bagian lain tergantung ramuan.
Tentang Bukti Ilmiah

Apa yang diketahui dari penelitian tentang Pepaya

Gambaran bukti saat ini Bervariasi menurut penggunaan

Systematic scoping review 2021 menemukan penggunaan daun pepaya jangka pendek dalam studi manusia umumnya ditoleransi, tetapi juga mencatat keterbatasan data, kekhawatiran reproduksi/hepatotoksisitas jangka panjang dari data pra-klinis, dan potensi interaksi obat. Temuan daun tidak berlaku otomatis untuk buah matang, lateks, biji, atau ekstrak lain.

Yang perlu dipahami

Tidak menyatakan pepaya/daun pepaya meningkatkan trombosit secara pasti, mengobati luka bakar, menambah nafsu makan, menghilangkan mata ikan, atau menggantikan perawatan medis.

Sebelum Menggunakan

Hal yang perlu diperhatikan

Perhatikan efek samping, interaksi, kondisi khusus, dan tanda yang memerlukan bantuan medis.

Safety sangat bergantung pada bagian tanaman. Buah matang sebagai pangan tidak setara dengan daun medicinal, buah mentah, getah/lateks, biji, atau ekstrak pekat.

Efek samping yang dilaporkan

Daun dalam studi manusia paling sering dikaitkan dengan keluhan gastrointestinal ringan. FROTI mencatat kemungkinan alergi terhadap papain/getah pada penggunaan tertentu. Reaksi silang dengan lateks dapat terjadi pada sebagian orang.

Interaksi obat, suplemen & herbal

Review 2021 mencatat potensi interaksi daun pepaya dengan obat penurun gula darah, substrat P-glycoprotein seperti digoxin, serta beberapa antibiotik. Ini tidak berarti semua bentuk pepaya memiliki interaksi yang sama; pengguna obat rutin perlu konsultasi sebelum memakai daun/ekstrak secara medicinal.

Kapan perlu berhati-hati

Hindari bagian/sediaan yang memicu alergi. Jangan mengoleskan getah pepaya pada mata atau luka bakar terbuka; FROTI membatasi salah satu ramuan getah pada luka bakar baru dan ringan yang belum melepuh. Jangan menganggap aplikasi tradisional aman untuk luka serius.

Kehamilan & menyusui

Review daun pepaya menyarankan kehati-hatian pada kehamilan; data berbagai bagian tanaman tidak seragam. Penggunaan medicinal daun, getah/lateks, buah mentah, atau ekstrak sebaiknya dihindari selama kehamilan kecuali dinilai tenaga kesehatan. Penggunaan buah matang sebagai pangan merupakan konteks berbeda.

Siapa yang perlu lebih berhati-hati

Ibu hamil, orang dengan gangguan hati, pengguna obat diabetes/digoxin/antibiotik tertentu, orang dengan alergi lateks/papain, anak, serta pengguna sediaan pekat memerlukan perhatian lebih.

Operasi & prosedur medis

Sampaikan penggunaan daun pepaya/ekstrak/suplemen kepada tenaga kesehatan sebelum operasi atau prosedur, terutama bila menggunakan obat rutin atau memiliki gangguan hati/gula darah.

Segera Cari Bantuan Medis

Hentikan penggunaan dan cari pertolongan jika...

  • Sesak, bengkak wajah/bibir/lidah, atau reaksi alergi berat.
  • Mata/ kulit menguning, urine gelap, atau keluhan hati baru saat menggunakan produk daun/ekstrak.
  • Luka bakar melepuh luas, luka terbuka, terkena wajah/mata, atau nyeri berat harus mendapat pertolongan medis, bukan ditangani dengan getah pepaya.
Penggunaan & Tradisi

Penggunaan sehari-hari dan riwayat tradisional

Penggunaan umum

Buah pepaya matang adalah pangan umum, sedangkan daun, buah mentah, getah/lateks, biji, dan ekstrak digunakan dalam konteks tradisional atau penelitian yang berbeda. Informasi satu bagian tidak boleh dipindahkan ke bagian lain.

Riwayat / tradisi

FROTI mencantumkan pepaya pada beberapa ramuan tradisional, termasuk penggunaan daun dan getah/buah mentah pada konteks yang berbeda. Formulasi tersebut tidak dijadikan rekomendasi personal.

Baca Juga

Informasi yang berkaitan dengan bahan ini

Temukan resep, kondisi, atau produk yang berkaitan ketika panduannya sudah tersedia.

Referensi

Sumber yang digunakan

Rujukan berikut digunakan untuk menyusun penjelasan pada halaman ini.

1

Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI)

<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/187/2017; buku Kemenkes RI 2021.</p>

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia · 2021
2

Carica papaya L. Leaf: A Systematic Scoping Review on Biological Safety and Herb-Drug Interactions

<p>Lim XY, et al. Carica papaya L. Leaf: A Systematic Scoping Review on Biological Safety and Herb-Drug Interactions. Evid Based Complement Alternat Med. 2021;2021:5511221. PMID: 34040647. DOI: 10.1155/2021/5511221.</p>

Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine · 2021 Buka sumber asli ↗
Tentang Konten Ini

Penulis dan pembaruan informasi

Disusun oleh halobekamofficial
Terakhir diperbarui 14 August 2026
Referensi 2 sumber
Catatan penting

Informasi ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, obat, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Bukti mengenai suatu bahan dapat berbeda menurut tujuan penggunaan, bentuk sediaan, jumlah yang digunakan, dan kondisi orang yang menggunakannya.